Lunettes

August 19, 2008

Pindah Kantor

Filed under: cerita aja — lunettes @ 8:58 am

Yay! Hari ini pindah kantor (lagi!) Ini kali ke lima gue pindahan kantor selama 6 tahun 40 hari gue kerja di perusahaan ini. Glek! Ternyata sudah lama juga gue nongkrong disini, sudah saatnya kah pindah alamat kantor? :)

Sementara belum pindah alamat kantor, gue posting suka duka pindah kantor dulu deh ya…

Alasan kenapa harus pindah kantor mainly karena gue harus bergabung dengan tim lain. Hanya pas pindah kantor yang kedua aja bukan karena itu tapi karena ada perbaikan gedung jadi kita harus pindahan.

Pindah kantor pertama,  rasanya seperti bencana. Bayangkan saja, dari kantor yang gede banget berisi anak-anak muda yang nyantai banget (baca: hobi gosip, makan gorengan & sarapan indomie) tapi tetep rajin bekerja, harus pindah ke kantor yang berisi senior yang hobi banget menganiaya diriku secara halus (halah!). Si bapak yang satu ini hobi banget ngasi kerjaan jam 17h30 padahal itu jamnya pulang kantor dan parahnya lagi musti selesai malam itu juga. Pertama-tama i felt like in hell (kaya sudah ngerasain aja rasanya neraka :p), merasa tertekan, kehilangan gairah hidup (males banget bahasanya!), ngga bisa gaul lagi, susah pergi ke BC the only mall we had at that time in balikpapan, etc. Nyebelinnya lagi, kalo waktunya jam kerja si bapak satu ini hobi banget ngajak ngobrol, ceritanya sih ngajarin gue tentang operation tapi pada akhirnya sih nyeritain masa-masa keemasan dia selama kerja di perusahaan. Penderitaan itu berakhir pas jam makan siang dan dimulai lagi setelah makan siang. Tepat jam 17h30, dia akan kasih resep ke gue, beneran kaya resep karena dia tulis dikertas kecil, apa aja yang harus gue selesaikan hari itu (baca: malam itu). Walhasil pulang paling cepet jam 8 malem, bahkan angkot pun sudah jarang beredar akhirnya tukang ojek pun setia menemani malam-malam gue atau kalo terpaksa minta jemput sama temen-temen yang baik hati dan tidak sombong :)

Kejadian itu hanya pertama-tama aja, karena selanjutnya gue pake taktik jitu kalo ke kantor ngga bawa tas, cukup bawa dompet dan hp aja. Jadi tinggal kabur aja kalo mo pulang dengan komputer masih menyala. Besoknya kalo ditanyain sama si bapak tinggal jawab aja, ke departemen drilling nanya drilling sumur baru progressnya sudah sampe mana, emang beneran ke drilling sih dan nanya juga tapi sambil lewat aja :)

Satu lagi yang bikin tersiksa, monitor komputer seruangan saling terlihat satu sama lain, jadi kita mau buka apa aja kelihatan. Ngga seru banget deh..

Pindah kantor kedua, si bapak sudah tidak bersama gue lagi tapi gantinya hobi banget nelpon istrinya. Masih mending lah kalo hobi begini masih bisa ditolerir yang penting bisa pulang tepat waktu. Meja juga diatur sedemikian rupa supaya kita punya sedikit privasi didalam kantor kecil berisi 3 orang.

Pindah kantor ketiga, biasa aja. Ruangan sedikit lebih besar biarpun satu ruangan berempat. Sampai-sampai mirip kelurahan. Dan kita berempat berinisiatif memberikan post masing-masing, jadi kalo ada yang datang ke ruangan kita (kecuali bos :p) akan kita tanya dulu ada urusan apa, kalo mau ngurus KTP ke meja si ini, kalo mau ngurus surat nikah ke meja si itu, kalo mau nanya urusan kerjaan mendingan tanya ruangan sebelah aja :)

 

Pindah kantor keempat, ada kemajuan karena seruangan berdua sama lajang ganteng. Lumayan lah ada pemandangan bagus tiap hari. Kalo nengok ke kiri pemandangannya pegunungan pyreene, kalo nengok ke depan pemandangannya cowo ganteng. Jadi kalo lagi suntuk tinggal milih deh nengok ke kiri atau ke depan :)

 

Pindah kantor kelima, akhirnya satu ruangan sendirian… Tapi tetep aja gue pengen pindah lagi ke kantor gue yang keempat :)

August 14, 2008

Do’a Sekeranjang Tempe

Filed under: cerita aja — lunettes @ 2:15 pm

Terlepas dari kisah nyata atau fiksi, moral dari kisah sederhana dibawah bagus sekali. Jadi malu sendiri dengan do’a ngga penting yang saya panjatkan belakangan ini. Do’a seseorang yang putus asa karena selalu dapet surat cinta a.k.a error messages dari jeng ECLIPSE berikut:

@–PROBLEM  AT TIME      488.0   DAYS    (15-SEP-2007):

@           NON-LINEAR EQUATION CONVERGENCE FAILURE                         

@           ITERATION LIMIT REACHED - TIME STEP CHOPPED FROM   1.00        

@–PROBLEM  AT TIME     1359.9   DAYS    ( 2-FEB-2010):

@           UN-PHYSICAL VALUE FOR 1/BG IN PVT TABLE   1        

@           1/BG =  -3.8549E-01

@–ERROR  RUN STOPPED BECAUSE NUMBER OF PROBLEMS

@         EXCEEDS MAXIMUM PERMITTED VALUE (  5000).

@         SEE MESSAGES KEYWORD.

 

How dare you jeng ECLIPSE…? Kok berani-beraninya mengekstrapolasi tabel saya seenak udele dhewe..? Dalam keputusasaan karena ngga tau bagaimana mencegah inisiatifnya si jeng satu ini. Maka saya berdo’a, “Ya Allah mudahlah urusan perECLIPSEan ini. Jangan ada error-error lagi dong ya Allah”. Ga penting banget kan do’anya, tapi beneran sudah beberapa hari do’a ini masuk list dalam do’a-do’a saya. Dan kemarin Allah menjawabnya, tiba-tiba seperti dapet wangsit (halah!), saya dapet inspirasi bagaimana ngakalinnya. Memang sih belom ketawan apakah berhasil usaha saya ini, tapi yang jelas sekarang masih jalan programnya, belom dapet surat cinta lagi dari jeng yang satu itu. Semoga….

——————————————————————————–

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak
pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. “Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya…” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe , dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan- ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal  membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe . Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti
tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi  hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe . Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe . Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia
berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau maha tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe . Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku…”

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe . Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut. “Keajaiban
Tuhan akan datang… pasti,” yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Disepanjang perjalanan itu, dia yakin, “tangan” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan
doanya. Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. “Pasti sekarang telah jadi tempe !”batinnya.
Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan… dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, aitmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa
Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar…merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat  berjualan… esok diapun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat…Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. “Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??” Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe …”

Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe …” “Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?” tanya perempuan itu lagi.  Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun
pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! “Alhamdulillah! ” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?” “Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Sulhanuddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi,saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Ohh ya, jadi semuanya berapa, Bu?”

Teman, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa,dan memaksakan”
Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocokuntuk kita. Bahwa semua rencananya adalah sangat sempurna. Kisah sederhana yang menarik, karena seringkali kita pun mengalami hal yg serupa. Di saat kita tidak memahami ada hikmah di balik semua skenario yg Allah takdirkan.

August 5, 2008

Saya kangen….

Filed under: cerita aja — lunettes @ 2:55 pm

Sepertinya saya harus belajar mengerti dengan baik apa yang sebenarnya saya inginkan karena sekarang saya baru tersadar bahwa ini bukan yang saya inginkan.

 

Saya ingat betul di hari yearly appraisal dengan hirarki saya di balikpapan awal tahun 2007. Saya pada saat itu bersikeras ingin pindah dari service yang saya geluti selama 4 tahun. Saya benar-benar merasa bosan dan ingin ganti suasana baru. Ya, ingin sekali ganti ritme kerja dari operation yang hectic-nya minta ampun ke service lain yang “kelihatannya” lebih rileks. Seperti yang saya bilang, “kelihatannya” lebih rileks, karena teman-teman saya di service lain itu selain bertanggung jawab dengan operation masih sempat bikin study-study yang membuat mereka tidak terlihat mengerjakan hal-hal yang itu-itu saja. Sementara saya dan teman-teman di service kami, boro-boro bikin study, 5 hari kerja plus sabtu – minggu masih ke kantor aja sepertinya ngga cukup waktu ngurusin sumur-sumur gas yang tiap hari nambah atau ketika jumlahnya berkurang karena mati justru bikin sakit kepala karena kita dituntut bagaimana menghidupkan lagi sumur-sumur itu dengan catatan masih ada yang bisa kita ambil gain-nya.

 

Dan respon dari hirarki saya ketika mendengar keinginan saya adalah balik bertanya apa saya yakin mau pindah. Saya jawab dengan pasti , ya saya yakin.

 

Dan sekarang saya memang berpindah tapi bukan ke service lain yang saya bicarakan dengan hirarki saya pada saat itu. Tapi ke tempat lain yang memang banyak melakukan study-study untuk project-project di subsidiary perusahaan ini. Pada dasarnya keinginan saya untuk mengganti ritme kerja saya akhirnya terpenuhi.

 

Pada masa transisi perpindahan saya, saya akui saya bahagia luar biasa, saya over excited dengan hal-hal baru yang saya kerjakan. Sayangnya itu hanya berjalan selama 6 bulan pertama saja. Setelah saya tahu dan mengerti hal-hal baru itu, semua terasa biasa-biasa saja bahkan kadang sangat menjemukan. Ditambah lagi saya ngga punya kesempatan building network dengan tipe pekerjaan seperti ini, jumlah pertambahan kawan baru saya selama distudy jelas-jelas merusak statistik pertambahan kawan saya selama saya bekerja di operation.

 

Ya, saya kangen luar biasa dengan operation

 

Mungkin kalo penyakit gila itu didefinisikan dari tingkat keparahan ringan sampai parah sekali dalam skala 1 – 10 mungkin saya ada di skala 7 karena saya kangen luar biasa sama sumur-sumur, GTS-GTS, reservoir-reservoir, WSR, orang-orang sulit yang sering bikin bete hari-hari saya, shut down, offload, well test dll yang selama 4 tahun dekat sekali dengan hari-hari saya.

 

Sepertinya tahun 2004 saat itu, saya baru selesai sholat subuh dan ditelpon sama orang lapangan hanya untuk bertanya soal program perforasi yang saya issue untuk mereka. Waktu itu mereka bertanya apa mereka bisa stop perforasinya karena dari beberapa reservoir yang saya request ternyata dari perforasi 1 reservoir saja hasilnya bikin over flowline capacity. Saya bilang sama mereka, apa ngga bisa tunggu di kantor sampai-sampai harus menelfon subuh-subuh begini biarpun saya bisa saja langsung kasih jawabannya. Mereka bilang kalo nunggu berarti barge standy by sekian jam kaliin aja sama costnya berapa, bikin rugi uang negara aja. Kalo bargenya bisa dipindahin sekarang kan pas aja, begitu matahari terbit kita bisa kerjain request lu yang lain di sumur yang lain, lebih efektif dan efisien. Saya yang dulu pasti bete berat ditelpon subuh-subuh kaya gitu, tapi sekarang saya merasa itu jauh lebih seru dari simulasi berjam-jam.

 

Godaan untuk matiin handphone ketika weekend itu sangat besar tapi perasaan bersalahnya jauh lebih besar lagi karena ada aja urusan operation di waktu weekend. Saya punya pengalaman yang sekarang lucu kalo diingat lagi, kalo dulu sih jelas-jelas bikin sebel. Saya pernah ditelpon pas weekend dari lapangan karena ternyata mereka ngga punya log untuk perfo, padahal saya baru aja pulang dari kantor karena harus bikin weekly report, sambil misuh-misuh dan ngedumel ngga jelas tetep aja ke kantor untuk provide mereka lognya, atau ditelpon karena harus segera mengirimkan hasil interpretasi pressure survey yang baru aja selesai dikerjain demi kepentingan program berikutnya padahal saya lagi asik spa di salon, bahkan seringkali mereka telpon padahal saya lagi cuti liburan. Ngga cuma saya yang akrab sama kantor diwaktu weekend, anak saya sejak bisa tengkurap pun akrab sekali dengan suasana kantor saya di waktu weekend. Saya yang dulu pasti bete berat, tapi sekarang saya merasa itu jauh lebih seru dari simulasi berjam-jam.

 

Bahkan gangguan itu ngga cuma datang ketika saya cuti liburan. Waktu itu tahun 2006, suami sakit dan harus dirawat dirumah sakit. Saya sedang hamil sekitar 4 bulan waktu itu, karena kita di balikpapan cuma berduaan, saya langsung ambil cuti untuk jagain suami di rumah sakit. Dan mereka tetep aja menelpon saya untuk urusan operation, saya ingat waktu itu ada kejadian yang ada hubungannya dengan safety issue dan mereka telpon saya untuk bisa dapetin informasi sumur supaya mereka bisa atasi problemnya. Suami cuma bisa senyam senyum ngeliat muka saya yang merah padam ngejawab telpon, biarpun si penelpon bolak balik minta maaf karena harus menelpon saya tapi tetep aja saya yang dulu bete berat, tapi sekarang saya merasa itu jauh lebih seru dari simulasi berjam-jam.

 

Saya kangen luar biasa dengan operation

 

Sayangnya saya baru sadar sekarang kalo dulu itu sebenernya saya hanya bosan, saya hanya jenuh dengan rutinitas saya dan saya hanya butuh liburan, benar-benar liburan tanpa gangguan. Bukannya saya tidak bersyukur dengan apa yang saya jalani sekarang hanya saja lain kali saya harus benar-benar mengerti apa yang sebenarnya saya inginkan sebelum mengambil keputusan tanpa ada penyesalan.

 

*****

Kira-kira foot notenya begini, mohon maaf kalo kata-katanya kurang berkenan :)

reservoir: tempat hidrokarbon bersemayam dalam batuan berpori

GTS : Gathering Testing Satellite

WSR: Well Service Request

Offload: mengeluarkan liquid dari dalam sumur

Perforation: melubangi tubing untuk bikin komunikasi antara reservoir dan tubing shg hidrokarbon bisa diproduksi

Barge: semacam kapal dimana diatasnya ada unit untuk perforasi misalnya

 

 

 

 

 

 

 

August 4, 2008

Just to celebrate my dear son birthday…

Filed under: faiz — lunettes @ 2:53 pm

Sebenernya kalo posting ini sekarang udah ketelatan karena ultah si Faiz itu kira-kira 2 minggu yang lalu, tepatnya 18 Juli 2008 tapi karena kita pergi liburan jadinya baru sekarang deh sempet posting isi kepala yang emang udah diniatkan untuk di rilis di ultahnya si Faiz.

Sebelum benar-benar mengeluarkan isi kepala, tidak ada niat lain kenapa saya posting tentang si Faiz ini selain hanya bikin semacam milestone buat Faiz sehingga kalo dia sudah bisa baca tulis dan sudah bisa buka blog ibunya, dia bisa baca apa yang pernah ibunya tulis tentang dia.

Jujur saya ngga punya bekal yang cukup bagaimana merawat anak, jadi waktu si Faiz lahir 2 tahun yang lalu saya cukup kesulitan. Satu hal yang saya ingat sekali, ketika pulang dari rumah sakit bersalin, saya harus mulai merawat dia berdua dengan suami. Dan sayangnya dirumah sakit ngga diajarkan bagaimana cara mandiin bayi, bedong bayi dkk, tololnya saya juga sih ngga minta diajarin sama suster walhasil ketika kita sampe rumah bingung sendiri. Hari pertama dirumah, saya terkaget-kaget ngeliat tali pusatnya si Faiz yang belom puput, untung masih ada kakak dirumah yang masih bisa mandiin tapi besoknya dia sudah harus balik ke jakarta karena sudah lebih dari 2 minggu nemenin saya sampai melahirkan. Bnatuan kedua datang, ibu mertua, tapi ternyata beliau sudah lupa bagaimana caranya mandiin bayi dan ngga berani juga. Akhirnya saya dan suami sepakat memanggil suster dari rumah sakit untuk datang setiap pagi dan mengajarkan saya apa yang perlu saya pelajari, dan setiap sore saya lakukan sendiri semua ritual pagi yang dilakukan si suster sampai seminggu penuh seperti itu dan selanjutnya saya lakukan semuanya sendiri.

Dan ternyata waktu cepat sekali lewatnya karena rasanya baru kemarin dia bisa tengkurap diumur 1.5 bulan tapi ngga bisa balikin lagi badannya, ketika lelah dia bakalan merengek minta di balikin badannya. Pertama kali dia demam tinggi sampai > 39°C ketika dia umur tepat 5 bulan dan ternyata dia mau tumbuh gigi, dua gigi seri bawah tengah muncul. Rasanya baru kemarin juga ketika kita ketawa ngeliat dia kelelahan karena baru bisa merangkak di umur 7 bulan, waktu jidatnya benjol disana sini karena maksa banget mau bisa jalan diumur 11 bulan sampe jatoh-jatoh karena liat mbak khansa-nya keponakanku yang sudah lancar jalan kesana kemari padahal beda umurnya hanya 2 bulan.

Sekarang Faiz udah 2 tahun beratnya 11.5 kg & tingginya 88 cm, sudah bisa apa aja sih Faiz?  Alhamdulillah banyak…. :)

 

1. Ini yang bikin ibunya happy berat, mahir nendang bola :)

Tapi pake kaki kiri.. ya si Faiz ini cenderung ke-kiri, apa-apa kiri duluan yang respon. Waktu dulu pertama tangannya bisa genggam, bisa pegang mainan, semua tangan kiri duluan yang mahir. Tapi katanya orang-orang ngga papa supaya otak kiri dan otak kanannya seimbang (?) Dan sekarang kalo nendang pake kaki kiri hasilnya jauh, keras dan mantap kalo nendang pake kaki kanan pilihannya 3: ngga kena bolanya, kena tapi pelan atau si Faiz jatoh karena ngga bisa jaga keseimbangan :)

 

2. Sudah hafal A - Z, a - z, 1 - 20 (bahasa prancis), huruf hijaiyah alif - ya

Semuanya berawal dari puzzle, waktu Faiz umur 18 bulan, kita main ke toko buku dan ada puzzle one piece berbentuk alphabet A - Z. Waktu awal-awal dia hanya suka bongkar puzzlenya trs disusun berderet-deret sampe panjang di karpet, masang lagi ke buku puzzle itu tugas ibunya. Akhirnya saya coba pake cara ini: setiap kita mau pasang puzzle saya akan bilang ke Faiz, “Faiz ambilin ibu huruf A, ketika dia salah saya akan bilang bukan yang itu tapi yang ini, dst” Begitu terus tiap hari dan hasilnya bulan April kemarin dia bisa A - Z, bukan hanya sekedar hafal tapi dia memang mengerti betul bentuk hurufnya, sampai ada teman yang iseng ngetest nanyain si Faiz A - Z tapi diacak dan dia bisa jawab semuanya :)

Terus saya belikan puzzle yang sama tapi versi angka 1 - 10, karena cuma sedikit Faiz justru lebih cepat bisa 1 - 10  daripada ABC.

Ayahnya beliin dia puzzle a - z yang versi huruf kecil, pertama-tama dia kebingungan tapi sebentar aja dia langsung mengerti polanya kalo itu sama saja A - Z. Sayangnya kita orang tuanya sempat ketipu, kita pikir dia benar-benar sudah ngerti a- z ternyata dia hafal aja, ketika kita tanya acak dia langsung mati kutu. Akhirnya saya coba metode yang sama seperti A - Z, ngga nyampe sebulan dia sudah hafal karena sebelumnya dia sudah bisa melafalkan A - Z.

Waktu dia sudah bisa A -Z, 1 - 10, a- z, dia mulai malas mainan puzzle kalopun dia mainan paling cuma sebentar aja mungkin karena dia ngerasa sudah bisa jadi kurang tantangan. Akhirnya iseng-iseng saya cobain nulis huruf hijaiyah dari alif - ya di kertas A4 dan saya tempel di tembok, berhasil juga, tiap hari dia minta dibacain. Dan sekarang di sudah hafal semuanya biarpun di acak dia tetap tau itu huruf apa. Dan saya tulis juga angka 1 - 20 pake pensil warna di kertas A4 terus saya tempel ditembok, tiap hari minta dibacain dan dia ikutin pelafalan (bhs prancis) saya, sekarang alhamdulillah sudah bisa juga.

Sebagai catatan, saya ngga pernah memaksa dia untuk belajar itu semua, tapi dia memang suka sekali sama buku dan yang berbau tulis-menulis atau menggambar. Jadi dia sendiri yang membuat saya menarik pola aktivitas yang dia suka, ketika di rumah baby sitternya selama saya dikantor, dia akan main terus, mainan apa aja yang ada disana. Tapi ketika dirumah malam hari bersama saya, requestnya hanya main bola, menulis/ membaca dan main puzzle. Kalau weekend karena waktunya panjang, dia pasti request lebih banyak, ntah main sepeda, main bola, main lego, mobil-mobilan dll

3. Sudah hafal doa mau tidur

Faiz kesulitan melafalkan bismillahirrohmanirrohim, yang lancar jaya: bismika Allah huma ahya amut, dan ini yang paling kencang amiiiiinnnn sambil ngusap mukanya :)

Dan kalo disuruh baca doa, pasti yang keluar doa mau tidur biarpun dia mau makan tetep yang dibaca doa mau tidur, mau apapun pokoknya versi Faiz yang namanya doa ya doa mau tidur itu :)

 

4. Sudah bisa menyebutkan namanya lengkapnya sendiri 3 kata Faiz Azmi Irwan, nama ibunya, nama ayahnya, nama tantenya, nama teman-temannya dan nama orang-orang yang sudah dia kenal baik (e.g teman-teman ayah dan ibunya).

Suatu kali saya iseng ngasi tau dia nomor bis yang lewat rumah kita, rumah baby sitternya dan yang lewat rumah teman-temannya. Dan dia hafal dong, sekarang misalnya kalo ngeliat bis apapun ada nomor 2-nya dia langsung bilang, “ibu numero deux (2), rumah kiki (baby sitternya)” :)

 

5. Sudah banyak kosakata makanan, hewan plus bunyinya (sapi = moo, kucing = meong, dll), buah, sayur mayur, alat transportasi, pakaian, warna

Semuanya campur- campur bahasa prancis dan indonesia. Ada cerita tentang salahsatu alat transportasi yaitu kereta, si Faiz taunya kereta itu train dan berwarna rouge (=merah) hingga suatu hari distasiun, saya bilang kita mau naik kereta, dia bilang, “non, pas kereta, train”. Kira-kira maksut si Faiz, “bukan, bukan kereta, train”. Saya bilang lagi,”nak, kereta itu = train, c’est la meme chose” (sama aja). Dia tetep keukeuh, sambil nunjuk kereta yang warnanya merah, dia bilang gini, “train rouge”, trs dia nunjuk lagi kereta lain yang ngga berwarna merah sambil bilang,”itu kereta”. Well oke deh Faiz, ntar juga ngerti deh kalo train = kereta apapun warnyanya … :)

 

6. Suka banget mainan puzzle

Mungkin awalnya karena puzzle ABC itu, setelah itu saya coba kasih dia puzzle 4 pieces dengan gambar contoh, ketika dia sudah bisa saya cari lagi yang 9 pieces. Sekarang dia sudah bisa puzzle 12 pieces tanpa gambar reference. Yang sekarang masih in progress puzzle 16 pieces tanpa gambar reference.

Saya melihat puzzle ini banyak manfaatnya untuk membantu cara dia berpikir dalam menyelesaikan masalah tapi yang sedikit mengganjal hati saya adalah Faiz ini jadi terstruktur sekali kaya misalnya ketika dia main puzzle ABC, dia akan mulai dari Z lanjut ke Y, X, W dst atau jika dia mulai dari A, maka berikutnya harus B, C, D dst. Ngga mau lagi dia seperti awal-awal dulu, dia menemukan huruf apapun itu yang dia pasang tapi sekarang semuanya harus rapi dan urut.

7. Sudah mulai mengerti yang namanya mewarnai ngga boleh keluar garis

Dirumah baby sitternya, dalam seminggu itu ternyata ada beberapa kali sesi mewarnai, yah seperti yang bisa kita duga pasti hasilnya benang kusut aja kertas mewarnai si Faiz plus baju & tangan coreng moreng kena spidol. Tapi sekarang dia mulai ngerti, memang ngga seperti anak-anak yang sudah bisa mewarnai dengan baik dan bagus, yang penting dia ngerti kalo mewarnai ngga boleh keluar dari garis gambarnya. Walhasil sekarang kalo mewarnai sapi misalnya dia hanya mewarnai dibagian tengah aja, jadi warnanya ngumpul di perutnya si sapi :)

 

8. Untuk sehari-hari sudah bisa ditanya dan menjawab apa yang dia mau seperti misalnya mau makan apa, mau pakai baju yang mana, mau main apa, mau nonton apa, etc Dan sudah bisa disuruh-suruh, ambilkan sapu, taruh gelas dimeja, kasih buku ke ayah etc

Selain hal-hal yang dia bisa, ada juga hal-hal yang menurut saya sebagai ibunya masih kurang seperti:

1. belum bisa lepas dari pampers

kalau pup dia sudah bisa bilang, “ibu, mau kaka (=pup) WC”. Tapi kalo pipis belom bisa, jadi masih cari cara supaya dia juga bisa bilang ketika mau pipis…

2. ngga mau langsung interaksi dengan anak-anak yang dia ngga kenal baik

setiap ada kumpul-kumpul dengan teman-teman disini biasanya keluarga dibawa, Faiz ini ngga tertarik sama sekali main sama anak-anak lain, memang yang seumuran hanya ada 1 orang yang lain jauh lebih besar tapi mendekat aja dia ngga mau. Dia lebih milih duduk dekat ibunya atau main bola ditaman itu juga minta ditemenin ibunya. Sesekali aja aja di beberapa kesempatan dia mau main sama mereka tapi lebih sering ngga maunya. Sementara kalo dirumah baby sitternya dia main aja sama semua yang ada disitu, walaupun ada anak yang baru dia kenal mau aja dia main. Dan ketika teman-teman main kerumah saya, Faiz mau main sama anak-anak lain.

3. Dia lebih senang mengalah, nangis atau mengadu kalo mainannya di rebut

Dirumah baby sitternya, Faiz itu anak yang paling kecil, yang lain 3 thn ke atas. Jadi baby sitternya sepertinya selalu belain si Faiz akibatnya gini deh. Kalo mainannya direbut, kalo moodnya lagi enak dia ngomel sama temennya atau ngalah, mood lagi ngga enak ngadu ke baby sitter atau langsung nangis. Sayangnya frekuensi mengalah, ngadu atau nangis lebih sering daripada ngomel sama temannya….

4. Susah diajarin nyanyi

Lagu andalan si Faiz adalah lagu abc, yang lainnya ngga jelas… :)

 

5. Ini yang paling berat, susah banget disapih….

Saya rasa pencapaiannya di usia yang baru 2 thn sudah luar biasa membahagiakan saya, apa yang belum dia bisa akan kita usahakan sama-sama.

Ibu sayang Faiz….

July 17, 2008

Jaksa Agung Berniat Gusur SMA 6 & 70 Untuk Rutan

Filed under: berita hangat — lunettes @ 2:48 pm

Jaksa Agung Berniat Gusur SMA 6 & 70 Untuk Rutan
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - SMA 6 dan SMA 70 ternyata berdiri di atas lahan milik Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Hendarman Supandji sempat terpikir untuk menggusur 2 SMA favorit itu untuk dijadikan lahan parkir dan rutan.

“Rencananya saya, lahan itu akan saya jadikan tempat parkir dan rumah tahanan. Parkir di sini sangat penuh dan rutan yang ada penuh juga,” ungkap Hendarman di hadapan 250 pensiunan jaksa di Gedung Kejaksaan Agung, Jl Hasanuddin, Jakarta, Kamis (17/7/2008).

Namun niat Hendarman ini urung dilakukan. Tanah kedua sekolah yang bertetangga dengan kantor Kejaksaan Agung sekarang ternyata sudah disertifikatkan sendiri oleh sekolah-sekolah itu.

“Saya lakukan pendekatan, bagaimana kalau itu saya ambil, ternyata sudah bersertifikat. Kalau saya minta lagi, lulusan-lulusan di sana belum tentu mau,” kata Hendarman.

Kejari Jaksel Akan Pindah Kantor

Jaksa Agung juga berencana memindahkan kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Kantor yang saat ini di Jalan Rambai, Jakarta Selatan, akan dijadikan mess kejaksaan.

“Itu nanti kalau Kajati dan Kajari saya panggil untuk ekspos, tidak usah menginap di hotel, biar menginap di situ saja,” kata Jaksa Agung Hendarman Supandji.

Namun Hendarman tak menyebutkan di mana lokasi kantor baru Kejari Jakarta Selatan itu. Namun yang pasti, kantor di Kebayoran Baru itu tak akan ditukar guling.(aba/fay)

http://www.detiknews.com/read/2008/07/17/150430/973437/10/jaksa-agung-berniat-gusur-sma-6-70-untuk-rutan

Saya termasuk lulusan yang menolak niat bapak, kasihan adik-adik kelas saya kalo mau cabut pak. Posisinya sekarang udah wuenak bgt pak, mo bolos tinggal nyebrang doang bisa ngumpet di 21 Blok M Plasa… :)

July 16, 2008

Comment of the day

Filed under: berita hangat — lunettes @ 12:06 pm

Kalo lagi baca berita di detik.com atau di kompas.com suka iseng baca komentar-komentar para pembaca. Dan hari ini ada berita ini:


Megawati: Jangan Pilih Karena Ganteng









Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.






    Rabu, 16 Juli 2008 | 14:42 WIB


    Laporan Wartawan Kompas, Kris R Mada


    MAGETAN, RABU -- Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarno Putri menyindir para ibu dan pemilih perempuan. Mereka diharapkan memilih calon tidak berdasarkan ganteng saja. Sebab, banyak pemilih perempuan memilih calon lain karena wajahnya ganteng saja.


    “Saya kurang suara waktu pemilihan presiden 2004 karena banyak ibu-ibu maunya pilih yang ganteng saja. Sekarang apa hasilnya hayo. Murah mana harga sekarang sama zaman saya?” ujarnya di Magetan, Rabu (16/7).


    Ia juga menyindir banyak orang yang mendoakan dirinya kembali terpilih sebagai presiden. Namun, belum banyak orang menyatakan akan memilih dirinya. “Doa sudah cukup, sekarang saya minta coblos saya dalam pemilihan presiden,” ujarnya.


    http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/16/14425147/megawati.jangan.pilih.karena.ganteng


    dan comment of the day-nya adalah:


    febry @ Rabu, 16 Juli 2008 | 16:01 WIB
    gapapa lah bu klo milih yg ganteng… abisnya mau milih yg cantik jg gak ada….??? hehehe….

     

    Selamat ya… sayang persediaan mangkok cantik untuk anda sudah habis :)

     

    June 24, 2008

    Mahasiswa Rusak Mobil Polisi

    Filed under: berita hangat — lunettes @ 11:49 am

    Sadarkah mereka yang dirusak itu dibeli pakai uang rakyat yang katanya sedang mereka bela?

    Selasa, 24 Juni 2008 | 16:17 WIB

    JAKARTA, SELASA - Sebuah mobil kijang milik Polda Metro Jaya dirusak mahasiswa usai berunjuk rasa di depan gerbang Gedung DPR/MPR, Selasa (24/6). Beberapa mahasiswa yang terpisah dari kelompoknya menahan mobil tersebut dalam perjalanannya menuju Jalan Gatot Subroto.

    Menggunakan sebatang kayu, seorang mahasiswa menghantam kaca depan dan samping mobil logistik Polda Metro Jaya tersebut. Sopir mobil hanya pasrah. Ia tak berani melawan rombongan mahasiswa yang terlihat marah.

    Sebelumnya, para mahasiswa membubarkan diri dan berpencar setelah aparat kepolisian yang berjaga-jaga di dalam Gedung DPR tiba-tiba merangsek keluar. Sebagian besar massa memilih menyelamatkan diri masing-masing. Sementara aparat terus bergerak menyisir jalan Gatoto Subroto. Aksi aparat tersebut diikuti mahasiswa dengan bergerak mundur. (SMS)

    http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/24/16170678/mahasiswa.rusak.mobil.polisi

    May 27, 2008

    I’m sweet no sugar needed

    Filed under: faiz — lunettes @ 11:44 am

     

     http://www.zaralde.com/

     
     
     
     
     

     

    May 23, 2008

    Pelajaran moral minggu ini: seseorang yang rumit itu berkelamin wanita

    Filed under: cerita aja — lunettes @ 2:42 pm

    Formula berikut didapat dari forward-an temen, waktu baca cuma bisa senyum-senyum sambil misuh-misuh dalam hati, “sialan!” Dan minggu ini messagenya sampai juga….

    rumus aneh bin ajaib

    Alkisah di desa terpencil hiduplah komunitas kecil diantara penduduk asli yang umumnya ramah dan baik hati. Komunitas ini mau mengulangi sukses terdahulu bikin acara tahunan dan dibentuklah panitia tembak semacam supir tembak :)

    Maka dimulailah persiapan untuk mensukseskan acara….

    Seperti acara-acara pada umumnya, urusan konsumsi memang selalu yang paling penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak, makanya kasihan seksi konsumsi selalu kebagian nanggung beban lebih berat dari ketua panitia atau penasehat sekalipun (halah!) :)

     

    Kalo seksi konsumsi diberikan kebebasan untuk menyewa jasa katering jelas urusannya jauh lebih mudah dan melegakan seperti orang yang kebelet pipis terus liat toilet tapi kalo ditugaskan untuk mencari orang-orang yang bisa dibajak untuk memasak dan menyediakan makanan untuk kesuksesan acara nah ini jelas problem berat apalagi kalau seksi konsumsinya gagap masak tapi jago makan :)

     

    Maka dimulailah perburuan…. ketika ditanya kepada khalayak ramai mau menu apa untuk acara tersebut tidak begitu banyak masukan yang diterima bahkan sepertinya tidak mendapat atensi penuh dari audience yang mendapat pertanyaan. Kalo diprosentasekan mungkin sekitar 20% saja yang memberikan atensi dan mengeluarkan ide-ide. 80% yang lain sibuk berbisnis barangkali…. :)

     

    Akhirnya dengan 20% suara dianggap quorum dihasilkanlah set menu yang akan dipersiapkan berikut orang-orang yang bertanggung jawab memasak. Mendekati hari H, ternyata masih ada pertanyaan dari yang belum kebagian tugas memasak dan dengan senang hati seksi konsumsi menawarkan si penanya mau masak apa? Dan setelah kebingungan beberapa saat akhirnya tercetuslah dia akan masak cap cay…

     

    Selang seminggu kemudian pembatalan dilakukan dengan alasan capcay tidak cocok dengan ayam panggang karena ayam panggang cocoknya sama lalapan dan sambal seperti yang sudah tertera di menu kutip si pembatal yang tidak bersedia menyebutkan identitas audience yang menyatakan ketidakcocokan ini. Seperti lagu dangdut kau yang mulai, kaulah yang mengakhiri maka dia yang mau masak capcay, dia juga yang batalin :)

    Maka dibatalkanlah si capcay demi ketentraman bersama….. :)

     

    Urusan mie goreng sepertinya juga ikut meramaikan kancah per-menu-an kali ini. Karena urusan memasak mie goreng ini agak special. Kenapa special? Yang memberikan tugas tidak tanggung-tanggung adalah ketua panitia langsung bukan seksi konsumsi. Maka biarpun dianggap tidak nyambung seperti si capcay menu ini tetap harus ada. Permasalahannya adalah seksi konsumsi dari awal perburuan itu sudah berkomitmen untuk tidak melimpahkan tugas memasak kepada ibu hamil dan menyusui sementara ketua panitia tidak sadar bahwa yang dapat tugas ini masuk dalam kategori tersebut. Walhasil seksi konsumsi mendapat protes dari kanan kiri kenapa begini? Kenapa begitu? Dan yang membuat situasi lebih sulit adalah seksi konsumsi tidak diberikan mandat untuk mengumumkan status barunya itu…. Gubrak!

     

    Akhirnya dengan berat hati, menelpon kesana kesini untuk mencari pengganti si pemasak mie…. :)

     

    Tapi sayangnya usaha ini justru membuat seksi konsumsi makin terjepit :)

     

    Seksi konsumsi dituduh menyuruh istri orang masak mie goreng, seksi konsumsi makin bingung bukannya BEDA ya nyuruh masak sama nanya bisa masak mie ngga? Tapi sepertinya ini sudah semakin tendesius (halah!), seksi konsumsi menyerah sudah. Seksi konsumsi semakin pusing menerima telepon yang ingin konfirmasi apakah benar seksi konsumsi melimpahkan tugas bikin mie goreng? Sekarang ini seksi konsumsi ibarat presiden RI yang ditanya-tanya wartawan jam berapa kenaikan BBM akan diumumkan. Atau ibarat anggota DPR berinisial MM yang foto-fotonya lagi heboh diberitakan diinternet sehingga dikejar-kejar wartawan untuk konfirmasi :)

     

    Tapi seksi konsumsi sudah lelah klarifikasi, biarkan saja anjing menggongong kafilah berlalu. Seksi konsumsi hanya ingin weekend ini segera berakhir. Yang seksi konsumsi sayangkan adalah kenapa yang memusingkan dan bikin pusing ini semua berkelamin wanita… :)

    May 21, 2008

    Quiz teman baik

    Filed under: Quiz, mes amis — lunettes @ 12:26 pm

    Konon kabarnya teman yang baik itu justru harus menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan walaupun apa yang disampaikan itu terasa sepahit pil kina obat malaria (beneran pahit ngga sih?). Dan selayaknya dongeng-dongeng happy ending atau cerita-cerita sinetron di TV biasanya kalo ada 2 orang yang berteman kemudian salahsatunya berbuat salah dan yang lainnya mengingatkan biasanya teman yang berbuat salah bakalan marah dulu tapi kemudian sadar akan kekhilafannya dan minta maaf sama teman yang mengingatkan. Mengaku dirinya selama ini keliru dan dengan pandangan menyesal dia berkata, “kamu memang teman baik aku, selalu ada disaat susah dan senang”.

    Sebenernya kalo dipikir-pikir teori teman baik ini memang ada benarnya, justru karena pertemanan baik maka timbul rasa sayang dan ngga rela kalo teman baiknya salah jalan (makanya pake GPS dong… :p) dan berbekal pertemanan yang baik kita jadi berani mengingatkan walaupun kita sadar betul kalo yang kita sampaikan itu bukan sesuatu hal yang mau didengar sama teman baik kita. Tapi aplikasinya ternyata susah dan ketika kita mengaplikasikan teori ini resiko kehilangan teman baik sangat besar. Dan happy ending versi dongeng or sinetron belum tentu juga kejadian….

    Jadi apa yang seharusnya kita lakukan sebagai teman baik ketika teman kita berada di persimpangan jalan? Apa kita suruh belok kiri, lurus atau belok kanan?

     

     

     

    Next Page »

    Blog at WordPress.com.